Jumat, 17 Agustus 2018

All About Spa Part 1

Solus per aqua atau yang biasa kita dengar sebagai Spa adalah terapi yang menggunakan air sebagai medianya. Dalam perkembangannya, spa menjadi suatu tempat perawatan tubuh, kecantikan, kebugaran, kesehatan dan kenyamanan.

SPA berasal dari bahasa latin : Sante Par Aqua atau Solus per Aqua. Keduanya memiliki arti yang sama, yaitu : Sehat Melalui Air. Air digunakan karena dipercaya mampu memberikan efek penyegaran pada badan yang letih bahkan dapat membawa kesembuhan. Contohnya adalah tempat pemandian air panas yang mendapat efek panas dari belerang.Tapi istilah ‘SPA’ sering dikaitkan dengan kata ‘SPAU’ yang merupakan nama sebuah desa di dekat Liegi, Belgia. Di daerah itu terdapat sebuah sumber air mineral yang dapat menyembuhkan berbagai masalah kulit. Sebagai suatu metode pengobatan kuno, pengobatan Spa telah di kenal sejak jaman Mesir kuno. Penggunaan Spa sebagai sarana pengobatan telah tercantum dalam suatu keputusan medis pada tahu 1500 SM dengan judul Rig Veda yang berarti ” Perawatan air untuk penyembuhan demam“. dalam dunia kedokteran, “Hipokrates” sebagai bapak kedokteran moderen telah mengunakan Spa secara luas untuk pengobatan sejak tahun 400 SM. Ia juga menjelaskan secara luas indikasi dan kontra-indikasi perawatan dengan air. Prinsip-prinsip dasar yang di uraikan hipokrates ini menjadi titik tolak munculnya Spa Medic (Terapi air).
Pada tahun 1571 ketika William Slingsby menemukan bahwa efek obat dari musim semi yg mengandung besi di Yorkshire. Ia kemudian membuat ruang tertutup dari mata air yg mengandung besi, yang ia sebut “Harrogate”.Ini dianggap sebagai resor Spa pertama di Inggris yang memanfaatkan pengobatan air.Praktek  sumber air panas atau dingin dimulai pada zaman kuno prasejarah dengan harapan untuk menemukan obat untuk beberapa penyakit. Ketika arkeolog menemukan sumber air panas di Prancis dan Cekoslovakia yang mengungkapkan persembahan dan persenjataan di zaman Perunggu. Di Inggris, legenda kuno dimulai jaman raja Celtic karena penemuan sumber air panas di Bath,Inggris.
Di jaman moderen perawatan Spa Medic di mulai pada abad 17 (1697 ), di perkenalkan oleh Sir John Floyer dalam tulisan yang berjudul The History of Cold Bathing. Mengikuti cara floyer yang mempunyai dasar ilmiah klinis kuat mengenai penggunaan air sebagai upaya penyembuhanmaka di daratan eropa muncul ahli baik medis maupun non medis yang berkecimpung dalam dunia Spa, di antaranya adalah Priessnitz, Rausse dan father Kneipp mereka sangat populer dalam menggunakan Spa sebagai metode pengobatan sampai abad 19.
Selama abad ke 18 hingga abad 19, mandi menjadi lebih umum karena dokter menyarankan   manfaat yang dapat diberikan untuk kebersihan.
Pada pertengahan abad 19, spa Eropa yang memulai konsep mandi selain minum obat spa dari air mancur, rumah mandi di era Romawi dihidupkan kembali. Di Inggris Spa  mulai dengan struktur yang mencakup fungsi minum dari air mancur. Ada banyak cara mandi di abad 19. Termasuk merendam dalam air panas, mandi uap, air minum panas dan bersantai di ruangan yang sejuk. Dengan demikian, pada awal abad 20, Spa Eropa memiliki metode campuran diet ketat dengan olahraga. Ini diatur sebagai prosedur mandi yang akan memberikan banyak manfaat bagi pasien. Karena popularitasnya, manfaat yang diperoleh dari Spa mencapai Amerika Serikat, di mana, beberapa praktisi medis menemukan bahwa air panas resor seperti Hot Springs di Virginia, dan di Saratoga Springs, New York, tidak begitu bermanfaat bagi kesehatan dibandingkan dengan menggunakan air panas biasa.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, Spa berkembang menjadi suatu tempat Kecantikan, Perawatan tubuh, Kesehatan, kebugaran dan kenyamanan. 
Spa sendiri merupakan suatu rangkaian perawan yang terdiri terapi pijak seluruh badan atau Body Massage, lulur atau Body Scrub, Masker pemutih, terapi music, aromatherapy, mandi susu atau mandi aromatherapy. Proses Spa biasanya memakan waktu satu setengah sampai dua jam, mulai dari urut hingga lulur kemudian mandi atau berendam dengan menggunakan rempah-rempah yang menyegarkan tubuh. Manfaat Spa sendiri banyak sekali di antaranya menghaluskan serta mengencangkan kulit, memutihkan dan memberi nutrisi pada kulit, mengendorkan ketegangan pada otot, detoksifikasi tubuh. Disamping itu juga Spa dapat meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh, menghilangkan kecemasan, kemarahan dan depresi, mencegah alergi, tanda-tanda diabetes. Selanjutnya migrain dan asma, menurunkan tekanan darah tinggi dan hipertensi, mengurangi insomnia, stres dan kelelahan, mengembalikan keseimbangan alami tubuh, mencapai kebahagiaan, percaya diri dan kreatifitas serta memperlambat proses penuaan. Melakukan perawatan tubuh sebaiknya satu atau dua kali dalam sebulan. Setelah melakukan perawatan kita akan percaya diri dan siap lagi menghadapi aktivitas rutin berikutnya.

PERKEMBANGAN SPA TERAPI (Di Dunia dan Di Indonesia)
Kegiatan SPA sebenarnya sudah ada sejak zaman duhulu, hal tersebut dilakukan secara turun temurun dan air dipercaya sebagai media untuk perawatan kesehatan, sebagai alat kebersihan, serta di percaya memiliki kekuatan spiritual sebagai perlambang keselamatan umat manusia. Konon kekuatan air sudah dikenal dari abad ke 17. Di zaman Galia dulu, para serdadu memiliki kebiasaan menyemprotkan air ke tubuh dan berendam diri setiap kali mereka selesai berperang. Pada zaman kegemilangan kerajaan Roma sekitar 3000 tahun yang lalu, awalnya perawatan spa menggunakan pancuran air alami dengan tujuan terapi kesehatan serta kenikmatan berendam. Air tersebut bersumber dari pegunungan. Lewat terapi inilah para prajurit seusai berperang melakukan relaksasi. Ratu Cleopatra dari Mesir pun sudah melakukan perawatan ini sejak masih remaja sampai tumbuh menjadi ratu cantik jelita dengan mandi susu dan dipijat oleh dayang-dayang.
Berawal dari cerita inilah, kegiatan perawatan kulit berkembang menjadi spa yang saat ini kita kenal dan spa mulai dibangun di mana-mana, seperti :
Ø   Spa tertua di Roma yang berusia ribuan tahun berada di Merano, Italia dan hingga kini masih berdiri. Spa tersebut terletak di dalam istana yang dibangun oleh kaum bangsawan Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan mata air sebagai terapi (hydrotheraphy) telah dilakukan ribuan tahun yang lalu.
Ø   Di kota Bath, Inggris memiliki Roman Baths yang sejak ribuan tahun lalu didirikan sebagai pusat spa. Konon pada abad ke-18 putra mahkota Raja Britania Ludhudibras, terkena penyakit lepra yang akhirnya di ungsikan di tempat terpencil karena dianggap sebagai pembawa kutukan. Tidak sengaja di tempat pengungsian tersebut sang pangeran menemukan sumber mata air panas dan ia menceburkan dirinya setiap hari untuk menenangkan diri, tak disangka penyakit kulitnya berangsur angsur sembuh dan ia pun kembali ke kekerajaan dengan suka cita. Akhirnya tempat sumber air panas tersebut di beri nama “Bath” yang artinya mandi berendam.
Ø   Di Amerika Serikat tepatnya di Saratoga Fort Springs, NY, juga terdapat pusat spa yang awalnya digunakan oleh kaum Mohawk India di Amerika Utara sejak ratusan tauhun yang lalu. Tempat ini dikomersilkan menjadi tempat spa yang mewah, jadi para pengunjung bisa menginap dan melakukan aktifitas spa yang mereka inginkan.
·                Perkembangan Spa Terapi di Indonesia
SPA di Indonesia sudah ada sejak jaman kerajaan Hindu – Budha, dimana pada jaman dahulu telah menjadi ritual-ritual tradisi adat di Indonesia. Hal ini dapat ditelusuri pada peninggalan bersejarah berupa tempat pemandian kuno (patirtan) berupa candi yang berfungsi sebagai tempat pemandian dan terlihat pula relief-relief candi seperti yang terlihat pada Candi Borobudur.
Perkembangan adanya SPA di Indonesia sendiri dibuktikan dengan sebuah literatur kuno pada 1872 yang menuliskan adanya tempat pemandian di kompleks Keraton Majapahit dan Medang. Terdapat Candi Tikus dan Kolam Segaranyang yang digunakan untuk membersihkan diri, jiwa dan raga. Di Yogyakarta terdapat Taman  Sari milik Sri Sultan Hamengkubuwono yang dibangun pada tahun 1789. Sedangkan di Bali terdapat Tirta Empul Tampaksiring, yaitu tempat pemandian yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Gianyar.
Dari zaman dahulu masyarakat Indonesia memang sangat menyenangi mandi air yang mengandung banyak mineral atau belerang yang gunanya untuk menyembuhkan kulit, atau merilekskan otot dan persendian yang kaku. Tempat tersebut dapat kita temui di Tangkuban Perahu dan Ciater, Jawa Barat dll. Tanpa kita sadari spa merupakan bagian dari tadisi dan kehidupan sosial di Indonesia dan menjadi gaya hidup yang didasarkan pada kedekatan dengan alam. Sejumlah gunung berapi di Indonesia kaya akan mineral yang bermanfaat untuk perawatan tubuh. Banyak masyarakat yang datang ke pegunungan untuk menikmati pemandian sumber air panas yang diyakini mempunyai daya penyembuhan yang mampu meningkatkan kesehatan baik fisik maupun fungsional serta menjaga kecantikan dan kebugaran tubuh. Jadi tidak heran jika di Indonesia terdapat bermacam-macam upacara mandi yang secara ritual didasarkan pada siklus kehidupan seorang perempuan. Contohnya seperti :
Ø   Upacara Siraman, untuk membersihkan jiwa dan raga calon pengantin dari pengaruh buruk kehidupan sebelumnya, sehingga dapat membentuk rumah tangga dan kehidupan baru yang sakral.
Ø   Upacara Mitoni (Tujuh Bulanan), dilakukan saat usia kehamilan menginjak bulan ke 7. Maksudnya untuk pembersihan diri si ibu dan si calon bayi agar selamat sampai melahirkan.
Ø   Upacara Selapan
Ø   Upacara Ruwatan, untuk mendapat keselamatan, kebahagiaan dan dijauhkan dari pengaruh jahat.
Ø   Upacara Tetesan (Siraman Anak Gadis), dilakukan saat anak gadis mendapat haid pertama, maksudnya agar si gadis memiliki aura dan kecantikan yang terpancar sempurna dari luar dan dalam.
Selain itu hal tersebut dapat dibuktikan dari sejarah yang tertulis pada artefak dalam beberapa literatur. Dapat kita lihat pada relief Candi Borobudur (824) menggambarkan kehidupan Budha yang mempersiapkan diri untuk mandi di kolam yang dipenuhi dengan bunga dan berbagai macam ekstrak tumbuhan lainnya. Pada relief lain juga dapat kita lihat tubuh Ratu Maya, tangan dan kakinya sedang dipijat oleh para dayang. Pada Candi Prambana (781-872) salah satu sketsanya menunjukkan beberapa kegiatan upacara, antara lain mandi untuk penyucian, pijat, dan beberapa tanaman obat. Selain itu dalam Serat Centhini, literatur terkenal yang ditulis tahun 1872, dapat dibaca tentang tempat pemandian pada masa Mojopahit dan Kerajaan Medangkemulan di Pulau Jawa yang menggunakan air dari sumber air panas mineral yang berasal dari pegunungan Dieng.

Daftar Pustaka :


http://indonesiaspamegazine.com/sejarah-dan-asal-mula-spa/
http://log.viva.co.id/frame/read
http://parwatidesak.wordpress.com
https://kasmadi22.blogspot.com/2016/04/sejarah-dan-perkembangan-di-indonesia.html?m=1
https://www.google.co.id/amp/s/novitabeauty.wordpress.com/2012/10/29/sejarah-spa-2/amp/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar