BAB
1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Permasalahan sampah di
Indonesia sudah ibarat kanker yang telah memasuki stadium IV dan hanya dengan
diamputasi lah cara penyembuhannya. (Direktur Ekseskutif Dana Mitra Lingkungan,
2015). Terlebih salah satu masalah di destinasi wisata sendiri adalah sampah
padahal pariwisata Indonesia semakin hari semakin meningkat dengan adanya
pembuktian data peningkatan jumlah wisatawan Indonesia yang melakukan
perjalanan pada tahun 2012 tercatat 245.290 perjalanan dan pada tahun 2013
mengalami peningkatan menjadi 250.036 perjalanan (Kementrian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif, 2014). Sebagai negara tujuan wisata dunia kita seharusnya
berbenah diri dalam memperbaiki masalah krusial yang sejak dulu kita alami.
Selain masalah di atas,
permasalahan yang kerap kita jumpai adalah kurangnya akses ke internet akibat
terbatasnya jumlah Wi-Fi yang
disediakan atau bahkan kerap kita jumpai beberapa destinasi wisata baik yang
unggulan maupun tidak juga tidak menyediakan akses Wi-Fi padahal kita tahu internet terutama media sosial sudah
mendarah daging di era global seperti ini. Terlebih bila pengelola destinasi
wisata menyediakan akses Wi-Fi tentu
saja lebih banyak orang yang akan sukarela untuk menyebarluaskan destinasi
tersebut kepada khalayak tanpa takut kantong mereka jebol karena harus membeli
kuota. Dari hal kecil seperti publisitas saja akan berdampak banyak terhadap
obyek dan daya tarik wisata (ODTW) tersebut contohnya dengan peningkatan jumlah
pengunjung pada suatu destinasi.
Inovasi terkait desain
sampah yang artistik hingga sampah pintar telah dikembangkan di Indonesia
tetapi masih belum dapat maksimal dalam penggunaannya sehari-hari karena belum
mengakar dan belum bersatu dengan pemikirian masyarakat pada umumnya. Oleh
sebab itu kami berinovasi untuk membuat desain sampah yang tak hanya unik, eye catching, tetapi juga berguna bagi
sesama dan alam.
Yacaranda Smart Trash
adalah inovasi sampah terkini yang tak hanya dapat terbuka sendiri dengan
mendeteksi apakah sampah tersebut organik atau anorganik, juga mengeluarkan suara
sebagai indikator tempat dan kondisi tempat sampah. Sampah ini juga otomatis
dapat menghidupkan Wi-Fi yang dapat
digunakan oleh orang-orang sekitar dan akan memberikan informasi kepada Dinas
Kebersihan ketika tempat sampah sudah penuh. Tempat sampah ini juga mempunyai 4
stop kontak di sisi kanan dan kirinya, sumber energi tempat sampah ini berasal
dari solar cell yang berada di
atasnya, sehingga sangat ramah lingkungan. Didesain dengan menggunakan
karakter-karakter tokoh pewayangan Indonesia dijamin akan membuat tempat sampah
ini lebih memiliki daya tarik sehingga diharapkan akan meningkatkan partisipasi
masyarakat untuk berbondong-bondong membuang sampah di sini, dan Yacaranda Smart
Trash adalah solusi yang sangat efektif untuk menuju Smart City.
1.2. Perumusan Masalah
Perumusan masalah, kami masukkan ke
dalam pertanyaan-pertanyaan berikut
1. Bagaimana
membuat dan merancang tempat sampah pintar yang dapat terbuka sendiri dengan
mendeteksi apakah sampah tersebut organik atau anorganik, juga mengeluarkan
suara sebagai indikator tempat dan kondisi tempat sampah, menghidupkan Wi-Fi serta memberikan informasi kepada
Dinas Kebersihan ketika tempat sampah sudah penuh?
2. Bagaimana
menyesuaikan desain tempat sampah pintar dengan berbagai macam karakter
pewayangan yang ada?
3. Apakah
dengan adanya tempat sampah pintar ini mampu membantu dan memfasilitasi serta
mengurangi sampah di masyarakat?
1.3. Tujuan
Tujuan dari disusunnya projek ini adalah
:
1. Mengurangi
permasalahan sampah yang ada di Indonesia khususnya di destinasi wisata karena
destinasi wisata merupakan tempat yang kerap dikunjungi oleh wisatawan baik
wisatawan manca negara maupun dalam negeri. Oleh sebab itu citra destinasi
wisata yang baik perlu diciptakan guna menambah tingkat kunjungan wisatawan,
kenyamanan, dan meminimalisir keluhan terhadap destinasi tersebut.
2. Selain
itu diharapkan adanya Yacaranda Smart Trash ini untuk memfasilitasi pengunjung
dalam ketersediaan Wi-Fi dan stop
kontak serta menambah daya tarik terhadap obyek wisata yang mereka kunjungi.
3. Memberikan
pengalaman yang berbeda kepada masyarakat saat membuang sampah sehingga diharapkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah dengan baik dan benar
semakin meningkat.
1.4. Luaran yang diharapkan
Luaran yang diperoleh melalui program ini adalah teknologi sampah otomatis berbasis mikrokontroler dan sistem IoT yang dapat memisahkan antara sampah organik dan anorganik, serta tempat sampah yang dapat menarik antusiasme masyarakat khususnya di tempat wisata dengan sinyal WiFi dan stop kontak pada Yacaranda Smart Trash ini, dalam dalam bentuk desain dan prototype. Artikel ilmiah mengenai teknologi Yacaranda Smart Trash, paten dari teknologi Yacaranda Smart Trash dan rencana produksi massal serta kebermanfaatan teknologi Yacaranda Smart Trash dalam jangka panjang bagi masyarakat, perusahaan, dan tempat wisata Indonesia.
1.5. Manfaat
Dapat menarik minat
masyarakat untuk membuang sampah dengan baik dan benar karena setiap kali
mereka membuang sampah tak hanya tempat sampahnya saja yang dapat terbuka
sendiri dan mendeteksi apakah sampah tersebut organik atau anorganik, juga mengeluarkan
suara sebagai indikator tempat dan kondisi tempat sampah, menyambut wisatawan
dengan bunyi yang dikeluarkan tempat sampah ini seperti “Terima kasih, selamat
datang di Candi Prambanan”, serta menghidupkan Wi-Fi secara otomatis ketika ada sampah yang masuk. Dengan adanya
tempat sampah pintar ini dapat menambah daya tarik wisata sehingga tidak
menutup kemungkinan akan menaikkan jumlah kunjungan wisatawan karena masyarakat
penasaran akan benda ini dan dengan adanya tempat sampah pintar ini kebutuhan
wisatawan seperti akses internet dan stop kontak terpenuhi sehingga bila mereka
berada di tempat yang jauh dari penjual pulsa dan kuota terlebih saat gawai
juga mati maka mereka tak perlu panik. Cukup dengan membuang sampah saja maka masalah
mereka akan teratasi.
Selain itu di lain sisi
manfaat dari Yacaranda Smart Trash ini adalah mempermudah Dinas Kebersihan
untuk memantau kapan mereka harus mengambil sampah apabila sudah penuh karena
tempat sampah kami memiliki kelebihan memberikan informasi kepada Dinas
Kebersihan ketika tempat sampah sudah penuh.
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
1.
Sampah
Sampah adalah sesuatu yang jadi permasalah dalam proyek kali ini dan definisi dari sampah adalah sejenis benda atau lainnya yang penggunaannya
sendiri dianggap tidak ada bahkan tidak disenangi dikarenakan sampah tersebut
menimbulkan ketidaknyamanan, dari faktor bau misalnya. Sampah ini umumnya
berasal dari aktivitas manusia yang terjadi secara sengaja. Jumlah sampah masih
bisa dikendalikan dengan prinsip 3R (re-cycle, re-duce, dan re-use). Pembagian sampah berdasarkan zat kimia yang
terkandung ada dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Beberapa contoh
dari sampah organik yaitu sisa makanan, kertas, daun, kayu, dan lain-lain.
Sedangkan contoh dari sampah anorganik yaitu logam-logam, plastik, kaca, dan lain-lain.
2.
Arduino
Mega

Gambar 1. Arduino Mega
Arduino Mega merupakan mikrokontroler yang akan kami pakai sebagai otak alat kami. Mikrokontroler ini berbasis Arduino yang memakai chip ATmega2560 sebagai komponen induk pada board pengembangan ini. Arduino ini mempunyai jumlah pim I/O sebanyak 54 buah digital I/O dengan 15 pinnya merupakan PWM, 16 pin analog input, dan 4 pin UART (serial port hardware). Arduino Mega 250 difasilitasi dengan oscillator 16 Mhz, USB port, power jack arus DC, ICSP header, dan tombol reset.
3.
Pemrograman
Arduino

Gambar 2. Pemrograman Arduino
Mikrokontroler yang sering digunanakan di bidang otomasi adalah Arduino. Agar Arduino berjalan sesuai dengan kenginan maka Arduino ini harus diprogram terlebih dahulu. Pada pemrograman arduino menggunakan Bahasa pemrograman yaitu dengan bahasa C. Bahasa C sendiri merupakan bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk memrogram barmacam alat, termasuk board Arduino Mega.
4.
LCD

Gambar 3. LCD
LCD (liquid crystal display) adalah alat yang memiliki peran dalam
sistem pengendalian, pengukuran, dan pendeteksian yang selalu diterapkan dalam
peran menampilkan grafis pada sebuah computer
yang bahan media tampilannya
adalah kristal cair. Penggunaan dari LCD pada proyek kami adalah sebagai indikator level terisinya sampah
yang masuk ke dalam tong sampah yang kami rancang.
5.
Panel
Surya

Gambar 4. Panel Surya
Panel surya merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk
mengubah energi gelombang cahaya matahari menjadi energi listrik. Pada
pengembangan proyek kali ini kami menggunakan sumber listrik dari alat
ini agar dapat memanfaatkan dengan baik energi dari alam.
6.
Motor
Servo

Gambar 5. Motor Servo
Motor servo adalah jenis dari motor DC yang memiliki rangkaian yang
dapat dikendalikan dengan sistem kontrol
dengan prinsip kerja dari motor servo ini berputar dengan sumbu axis dan
memiliki presisi yang cukup berputar dengan besar sudut yang sesuai dalam
perputarannya, sehingga kami memiliki kesempatan memilih komponen ini dalam
perancangan proyek ini untuk dikendalikan dengan program Arduino.
Komponen ini kami gunakan sebagai penggerak dari tutup sampah agar dapat
membuka ataupun menutup pada tutup tong sampah organik dan tong sampah anorganik.
7.
Sensor
Proximitry Kapasitif

Gambar 6. Sensor Proximitry Kapasitif
Sensor ini adalah sensor yang sering digunakan untuk
mendeteksi ada atau tidaknya suatu benda, cara kerja dari sensor ini yaitu
memancarkan medan elektomagnetik serta mendeteksi perubahan bentuk medan
elektromagnetik saat benda terdeteksi, benda yang kami maksud pada projek ini
adalah sampah.
8.
LED
Inframerah
LED Inframerah
ini kami gunakan untuk memancarkan medan elektromagnetik sehingga kami memasang
komponen ini dalam pendeteksian sampah di dalam tong sampah yang kami rancang.

Gambar
7. LED Infrared
BAB III
METODE PELAKSANAAN
METODE PELAKSANAAN
Metode pembuatan pirantri Yacaranda Smart Trash
ini akan menggunakan beberapa tahap, menggunakan siklus Plan-Check-Do saat kami
merencanakan pembuatan Yacaranda Smart
Trash.




Gambar
8. Diagram Kerja Yacaranda Smart Trash
3.1.
Studi Literatur
Sebagai
langkah awal dalam pembuatan piranti ini, maka akan dilakukan studi literatur.
Studi ini dilakukan untuk mencari data-data, artikel, jurnal, buku dan
referensi lain yang berhubungan dengan konsep rangkaian listrik, sensor proximity, motor servo, solar cell, arduino, konsep algoritma
sistem kontrol, perbedaan dialektrik suatu bahan. Kemudian akan dilakukan konsultasi dengan pakar bidang
elektronika untuk memperoleh data tambahan.
3.2.
Perancangan dan Pembuatan
1.
Perancangan
dan pembuatan rangka Yacaranda Smart Trash serta menentukan area kerjanya
Pada tahap ini akan
dilakukan perancangan rangka dasar dari Yacaranda Smart Trash guna peletakan
komponen elektronika maupun aktuator penggerak seperti motor dc, arduino, proximity sensor, Wi-Fi router, LCD. Rangka
dasar Yacaranda Smart Trash haruslah kuat, seimbang, untuk menopang seluruh
elektronika dan aktuator. Untuk membuat Yacaranda Smart Trash menggunakan bahan
non-logam dan logam yang kuat, ringan, tahan korosi, atau kombinasi keduanya.
Yacaranda Trash akan di ujicobakan pada area-area pariwisata unggulan sekitar Yogyakarta seperti Malioboro, Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Tebing Breksi guna mengatasi permasalahan sampah yang terkadang masih berserakan serta memfasilitasi para wisatawan yang membutuhkan stop kontak dan Wi-Fi gratis. Serta diharapkan meningkatkan minat wisatawan untuk membuang sampah dengan baik dan benar di Yacaranda Smart Trash
Yacaranda Trash akan di ujicobakan pada area-area pariwisata unggulan sekitar Yogyakarta seperti Malioboro, Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Tebing Breksi guna mengatasi permasalahan sampah yang terkadang masih berserakan serta memfasilitasi para wisatawan yang membutuhkan stop kontak dan Wi-Fi gratis. Serta diharapkan meningkatkan minat wisatawan untuk membuang sampah dengan baik dan benar di Yacaranda Smart Trash
2.
Perancangan
Sistem
a.
Pencarian
dan pembelian komponen elektronik, mekanik, hardware dan tools
Pada tahap ini
dilakukan pencarian dan pembelian beberapa bahan yang digunakan dalam
perancangan sitem Yacaranda Smart Trash untuk bagian mekanik seperti solar
panel, one full charge, polycarbonate shield, stainless steel, graphics wraps dan lain lain. Kemudian kompnen elektronik seperti
sensor proximity kapasitif (Autonics
CR30-15DN), sensor proximity induktif
(Autonics PSN40-20DN), LED infra merah,
photodioda, motor dc servo, arduino atmega 16, dan lain lain.
Rangkaian charger, arduino atmega, baterai, motor dc, single board, dan kabel yang terhubung ke LCD, motor servo, router Wi-Fi, sensor-sensor, di pasanng dalam satu boks yang tertutup. Tujuannya agar sensor dan komponen elektronik dapat bekerja dengan baik tanpa adanya gangguan dari kotoran sampah.
Rangkaian charger, arduino atmega, baterai, motor dc, single board, dan kabel yang terhubung ke LCD, motor servo, router Wi-Fi, sensor-sensor, di pasanng dalam satu boks yang tertutup. Tujuannya agar sensor dan komponen elektronik dapat bekerja dengan baik tanpa adanya gangguan dari kotoran sampah.
b. Sistem Kerja
Sistem
yang dirancang untuk penelitian ini merupakan sistem kontrol berbasis pada
pengolahan nilai dialektrik suatu bahan sebagai indikasi dia sampah organik
atau anorganik. 

Gambar 9. Sistem
Kerja Yacaranda Smart Trash
Sensor input menggunakan sensor proximity kapasitif. Sensor proximity kapasitif bekerja untuk mendeteksi ada atau tidaknya obyek dengan melihat perubahan nilai kapasitansi ketika didekatkan dengan benda tertentu. Sensor ini akan membangkitkan medan elektrik dan nantinya akan mendeteksi nilai kapasitansi ketika medan elektrik ini memotong suatu objek, dalam kasus ini perubahan nilai kapasitansi di tentukan oleh konstanta dialektrik benda atau sampah tersebut.
Ketika sampah di dekatkan ke sensor input, maka sensor akan mendeteksi konstanta dialektrik bahan, jika nilai konstanta dialektrik dibawah 3.0 atau sama dengan 3.0, maka motor servo akan menggerakkan penutup mulut sampah organik, ketika sampah masuk kedalam, maka sensor input dalam akan menerima masukan lalu menggerakkan motor servo untuk menutup mulut sampah dan akan mengeluarkan suara “Terima kasih, selamat datang di (nama destinasi wisata)” selama 10 detik, jadi ketika ada orang yang sengaja memasukkan sampah berkali-kali, Yacaranda Smart Trash hanya akan tetap mengeluarkan suara lagi setelah 5 detik.
Jika sampah-sampah sudah menumpuk sampai batas yang dimana disana ada sensor 1, sensor ini dipasang berjajar dengan LED infrared guna memaksimalkan keakuratan dalam mendeteksi adanya benda, jika sensor ini merima masukan, maka sensor 1 akan mengirim sinyal ke router Wi-Fi untuk menyala selama 60 menit.
Jika sampah terus menumpuk sampai menyentuh sensor 2, maka sensor akan mengirimkan sinyal ke router WiFi untuk menyala selama 120 menit, sampah akan terus menumpuk sampai menyentuh sensor 3, ketika sensor 3 ini menerima sinyal masukan, maka sensor akan mengirim sinyal ke router untuk menyala selama 180 menit dan akan mengirimkan sinyal ke LCD untuk menunjukan bahwa sampah penuh dan akan mengirim melalui sistem internet ke Dinas Kebersihan bahwa sampah sudah penuh dan siap diambil.
Ketika sampah ini penuh, maka sensor input akan mati, sehingga motor servo akan terputus, sehingga penutup mulut sampah tidak akan bisa terbuka.
Semua sistem akan di kontrol dengan pemrogaman dan board arduino Atmega 16.
c. Implementasi dan pengujian sistem
kerja
Pada tahap ini dilakukan
implementasi dari Yacaranda Trash. Akan diujicobakan pada tempat terbuka yang
terkena langsung sinar cahaya, guna memaksimalkan penerimaan energi dari sinar
matahari yang nantinya akan di konversi menjadi energi listrik sebagai sumber
tenaga penggerak dan kontrol pada Yacaranda Smart Trash untuk melihat sejauh
mana kemampuan dari Yacaranda Smart Trash dapat bekerja dengan baik. Pada tahap
ini hasil pengujian akan dilakukan analisis, baik mekanik, elektronik maupun
program yang digunakan pada sistem ini.

Gambar 10.
Tampak Depan Desain Yacaranda Smart Trash

Gambar 11.
Detail Desain Yacaranda Smart Trash
d. Evaluasi sistem
Setelah tahap pengujian, dilakukan
evaluasi dari keseluruhan sistem dan mekanik alat, dari tahap evaluasi ini
diharapkan segala kekurangan dapat diperbaiki, serta bagian yang perlu
dikembangkan dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga mendapatkan hasil
optimal.
BAB
IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
|
Tanggal
|
Jam
|
Kegiatan
|
|
19
November 2017
|
14.30-17.00
WIB
|
Memesan
panel surya, adaptor, kontroller, serta komponen lain melalui online store
serta membuat program yang akan dimasukkan ke mikro kontroler sesuai dengan
input dan output yang telah di desain
|
|
20-24
November 2017
|
14.30-18.00
WIB
|
Mencari
bahan non elektrik seperti tempat sampah, dan yang bersifat logam seperti
plat yang digunakan untuk memisahkan organik dan anorganik
|
|
21-22
November 2017
|
14.30-17.00
WIB
|
Barang
dari online shop datang
|
|
23-26
November 2017
|
14.30-18.00
WIB
|
Perakitan
|
|
27-30
November 2017
|
14.30
WIB-18.00 WIB
|
Mengurus
Perizinan
|
|
30
November 2017
|
14.30-18.00
WIB
|
Barang
sudah selesai dan siap ditempatkan di titik-titik stategis kota seperti
bandara, obyek wisata, dll.
|
|
Nama Group/ Personal
|
: The Yacaranda Squad
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Nama Project
|
Yacaranda Smart Trash
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Deskripsi Project
|
Membuat Tempat Sampah Pintar Yang Akan
Tempatkan di Destinasi Wisata Unggulan
|
|
||||||||
|
Lokasi Project
|
Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan
Malioboro
|
|
|
|
||||||
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No.
|
Item Name
|
Cost
|
Qty
|
Durasi
|
Event
|
Total Cost
|
||||
|
Man Power
|
||||||||||
|
1
|
Engineering Team/hari
|
Rp50.000,00
|
3
|
Orang
|
9
|
Hari
|
3 kali
|
Proses Perakitan
|
Rp1.800.000,00
|
|
|
2
|
Tim Perizinan/hari
|
Rp30.000,00
|
2
|
Orang
|
4
|
Hari
|
3 Destinasi
|
Proses Perizinan
|
Rp240.000,00
|
|
|
3
|
Tim Dokumentasi dan Administrasi
|
Rp40.000,00
|
1
|
Orang
|
12
|
Hari
|
12 kali
|
Proses pendokumentasian dan administrasi
|
Rp480.000,00
|
|
|
4
|
Konsultasi Pakar dan Ahli
|
Rp100.000,00
|
1
|
Orang
|
2
|
Hari
|
2 kali
|
Proses konsultasi di tengah dan di akhir
perakitan
|
Rp200.000,00
|
|
|
Operational
|
||||||||||
|
1
|
Konsumsi/hari
|
Rp15.000,00
|
4
|
Orang
|
12
|
Hari
|
1 kali
|
Proses eksekusi dari awal sampai akhir
|
Rp720.000,00
|
|
|
2
|
Bensin
|
Rp10.000,00
|
6
|
Orang
|
12
|
Hari
|
1 kali
|
Proses eksekusi dari awal sampai akhir
|
Rp720.000,00
|
|
|
3
|
Biaya Pulsa
|
Rp10.000,00
|
6
|
Orang
|
12
|
Hari
|
1 kali
|
Proses eksekusi dari awal sampai akhir
|
Rp720.000,00
|
|
|
4
|
Kas dan Biaya Darurat
|
Rp12.500,00
|
1
|
Simpanan
|
12
|
Hari
|
1 kali
|
Proses Penyimpanan
|
Rp150.000,00
|
|
|
Production
|
||||||||||
|
1
|
IC LM555
|
30000
|
1
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
30000
|
|
|
2
|
Komponen (resistor, transistor,
kapasitor)
|
300000
|
1
|
Paket
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
300000
|
|
|
3
|
Arduino Mega
|
570000
|
1
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
570000
|
|
|
4
|
Kabel Konektor USB
|
30000
|
1
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
30000
|
|
|
5
|
Panel Surya
|
1000000
|
2
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
2000000
|
|
|
6
|
Motor Servo
|
60000
|
2
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
120000
|
|
|
7
|
Speaker
|
250000
|
1
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
250000
|
|
|
8
|
SD Card
|
80000
|
1
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
80000
|
|
|
9
|
SD Card Module
|
50000
|
1
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
event
|
50000
|
|
|
10
|
Pcb fiber
|
75000
|
1
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
75000
|
|
|
11
|
LED
|
2000
|
10
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
20000
|
|
|
12
|
LCD
|
200000
|
1
|
Set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
200000
|
|
|
13
|
Solder
|
50000
|
3
|
set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
150000
|
|
|
14
|
Atraktor
|
54000
|
1
|
set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
54000
|
|
|
15
|
Multimeter Digital
|
350000
|
1
|
set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
350000
|
|
|
16
|
Tang potong
|
50000
|
1
|
set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
50000
|
|
|
17
|
Bor tangan
|
300000
|
1
|
set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
300000
|
|
|
18
|
Obeng
|
50000
|
3
|
set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
150000
|
|
|
19
|
Tenol
|
90000
|
1
|
set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
90000
|
|
|
20
|
plat
|
423900
|
4
|
set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
1695600
|
|
|
21
|
stainless steel "T"
|
1250000
|
3
|
set
|
1
|
Wakktu
|
1
|
Event
|
3750000
|
|
|
22
|
polycarbonate
|
1350000
|
2
|
set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
2700000
|
|
|
23
|
WiFi Router
|
129500
|
1
|
set
|
1
|
Waktu
|
1
|
Event
|
129500
|
|
|
GRAND TOTAL
|
Rp17.274.100,00
|
|||||||||
3.3.
Jadwal Kegiatan
Operational Team :
Teknis : Danang Wahyu
Engineer : Naufal Gugus
Desainer : Angger Binuko
Non Teknis Team :
Dokumentasi,
Sekretaris, Notulensi, dan yang bersifat non teknis : Pricilla Tamara
Prawitasari

Tabel 2. Rencana
Waktu Pengerjaan
Pada bulan pertama minggu pertama sampai minggu
kedua yaitu tanggal 19 November- 2 Desember 2017 tim menyiapkan alat dan bahan
yang dibutuhkan. Perakitan dilakukan pada minggu kedua sampai minggu ketiga
yaitu tanggal. Tantangan yang ada kegiatan ini yaitu pemilihan komponen harus
dengan komponen kendisi yang wajar. Dari pencarian barang atau tempat yang
menjual komonen atau bahan yang akan dipakai harus bersabar dalam setiap
perjalanan dengan jalanan sekarang itu banyak yang mengalami kemacetan, tetapi
tidak semua bahan kami beli dengan offline sehingga kami akan membeli bahan
secara online. Tidak hanya itu, mengatur waktu persiapan alat dan bahan dengan
jadwal perkulihan juga menjadi tantangan, maka dari itu kami akan membagi tugas
untuk mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
Proses
perakitan dilakukan pada minggu kedua dan minggu ketiga yaitu tanggal 26
Novembere-16 Desember 2017. Setelah beberapa alat dan bahan siap, kami mulai
merakit pada minggu kedua ini. Adapun tantangan dalam kegiatan ini yaitu
tentang masalah teknis, misalnya lancer tidaknya motor servo menggerakan tutup
dari tong sampah, merakit jaringan sumber listrik dari panel surya.
Pemrograman bisa dilakukan pada bulan pertama satu bulan penuh, yaitu
tanggal 19 November-16 Desember 2017. Setelah project ini sudah dirakit dan
diproram, maka akan dilakuka uji coba sistem dengan mengecek kinerja dari
project ini dari start sampai finish dengan jadwal bulan kedua minggu pertama
atau tanggal 17-23 Desember 2017. Kemudian kami evaluasi setiap hal dari segi
kelancaran sistem dengan jadwal bulan kedua minggu kedua yaitu tanggal 24-30
Desember 2017. Jika ada system yang bermasalah maka dapat kami lakukan
perbaikan pada bulan kedua minggu ketiga yaitu tanggal 31 Desember 2017 – 6
Januari 2018. Kemudian kegiatan ketujuh yaitu mengevaluasi semua kegiatan yang
berhubungan dengan perakitan alat ini yaitu sekitar tanggal 7-13 Desember 2018.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
- Smart Waste Collection System Based on Location Intelligence by Jose M.Gutierreza, Michael Jensen b Morten, Heniusa Tahir Riaz.
DAFTAR PUSTAKA
- Smart Waste Collection System Based on Location Intelligence by Jose M.Gutierreza, Michael Jensen b Morten, Heniusa Tahir Riaz.
-
Future challenges for smart cities: Cyber-security and digital forensics by
Zubair A Baig
-
http://www.explainthatstuff.com/solarcells.html
-
http://sampahmasyarakat.com/2016/03/21/statistik-sampah/
-
Pemilah Sampah Otomatis berbasis mikrokontroller , oleh : Suriandi Yajakrista
-
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI SISTEM SENSOR PADA TEMPAT SAMPAH
OTOMATIS DENGAN METODE FU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar