Selasa, 31 Oktober 2017

SEIZE-Yacaranda Trash



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Permasalahan sampah di Indonesia sudah ibarat kanker yang telah memasuki stadium IV dan hanya dengan diamputasi lah cara penyembuhannya. (Direktur Ekseskutif Dana Mitra Lingkungan, 2015). Terlebih salah satu masalah di destinasi wisata sendiri adalah sampah padahal pariwisata Indonesia semakin hari semakin meningkat dengan adanya pembuktian data peningkatan jumlah wisatawan Indonesia yang melakukan perjalanan pada tahun 2012 tercatat 245.290 perjalanan dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 250.036 perjalanan (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2014). Sebagai negara tujuan wisata dunia kita seharusnya berbenah diri dalam memperbaiki masalah krusial yang sejak dulu kita alami.
Selain masalah di atas, permasalahan yang kerap kita jumpai adalah kurangnya akses ke internet akibat terbatasnya jumlah Wi-Fi yang disediakan atau bahkan kerap kita jumpai beberapa destinasi wisata baik yang unggulan maupun tidak juga tidak menyediakan akses Wi-Fi padahal kita tahu internet terutama media sosial sudah mendarah daging di era global seperti ini. Terlebih bila pengelola destinasi wisata menyediakan akses Wi-Fi tentu saja lebih banyak orang yang akan sukarela untuk menyebarluaskan destinasi tersebut kepada khalayak tanpa takut kantong mereka jebol karena harus membeli kuota. Dari hal kecil seperti publisitas saja akan berdampak banyak terhadap obyek dan daya tarik wisata (ODTW) tersebut contohnya dengan peningkatan jumlah pengunjung pada suatu destinasi.
Inovasi terkait desain sampah yang artistik hingga sampah pintar telah dikembangkan di Indonesia tetapi masih belum dapat maksimal dalam penggunaannya sehari-hari karena belum mengakar dan belum bersatu dengan pemikirian masyarakat pada umumnya. Oleh sebab itu kami berinovasi untuk membuat desain sampah yang tak hanya unik, eye catching, tetapi juga berguna bagi sesama dan alam.
Yacaranda Smart Trash adalah inovasi sampah terkini yang tak hanya dapat terbuka sendiri dengan mendeteksi apakah sampah tersebut organik atau anorganik, juga mengeluarkan suara sebagai indikator tempat dan kondisi tempat sampah. Sampah ini juga otomatis dapat menghidupkan Wi-Fi yang dapat digunakan oleh orang-orang sekitar dan akan memberikan informasi kepada Dinas Kebersihan ketika tempat sampah sudah penuh. Tempat sampah ini juga mempunyai 4 stop kontak di sisi kanan dan kirinya, sumber energi tempat sampah ini berasal dari solar cell yang berada di atasnya, sehingga sangat ramah lingkungan. Didesain dengan menggunakan karakter-karakter tokoh pewayangan Indonesia dijamin akan membuat tempat sampah ini lebih memiliki daya tarik sehingga diharapkan akan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berbondong-bondong membuang sampah di sini, dan Yacaranda Smart Trash adalah solusi yang sangat efektif untuk menuju Smart City.
1.2.  Perumusan Masalah
Perumusan masalah, kami masukkan ke dalam pertanyaan-pertanyaan berikut
1.      Bagaimana membuat dan merancang tempat sampah pintar yang dapat terbuka sendiri dengan mendeteksi apakah sampah tersebut organik atau anorganik, juga mengeluarkan suara sebagai indikator tempat dan kondisi tempat sampah, menghidupkan Wi-Fi serta memberikan informasi kepada Dinas Kebersihan ketika tempat sampah sudah penuh?
2.      Bagaimana menyesuaikan desain tempat sampah pintar dengan berbagai macam karakter pewayangan yang ada?
3.      Apakah dengan adanya tempat sampah pintar ini mampu membantu dan memfasilitasi serta mengurangi sampah di masyarakat?
1.3.  Tujuan
Tujuan dari disusunnya projek ini adalah :
1.      Mengurangi permasalahan sampah yang ada di Indonesia khususnya di destinasi wisata karena destinasi wisata merupakan tempat yang kerap dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan manca negara maupun dalam negeri. Oleh sebab itu citra destinasi wisata yang baik perlu diciptakan guna menambah tingkat kunjungan wisatawan, kenyamanan, dan meminimalisir keluhan terhadap destinasi tersebut.
2.      Selain itu diharapkan adanya Yacaranda Smart Trash ini untuk memfasilitasi pengunjung dalam ketersediaan Wi-Fi dan stop kontak serta menambah daya tarik terhadap obyek wisata yang mereka kunjungi.
3.      Memberikan pengalaman yang berbeda kepada masyarakat saat membuang sampah sehingga diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah dengan baik dan benar semakin meningkat.
1.4.  Luaran yang diharapkan

     Luaran yang diperoleh melalui program ini adalah teknologi sampah otomatis berbasis mikrokontroler dan sistem IoT yang dapat memisahkan antara sampah organik dan anorganik, serta tempat sampah yang dapat menarik antusiasme masyarakat khususnya di tempat wisata dengan sinyal WiFi dan  stop kontak pada Yacaranda Smart Trash ini, dalam dalam bentuk desain dan prototype. Artikel ilmiah mengenai teknologi Yacaranda Smart Trash, paten dari teknologi Yacaranda Smart Trash dan rencana produksi massal serta kebermanfaatan teknologi Yacaranda Smart Trash dalam jangka panjang bagi masyarakat, perusahaan, dan tempat wisata Indonesia.
1.5.  Manfaat
Dapat menarik minat masyarakat untuk membuang sampah dengan baik dan benar karena setiap kali mereka membuang sampah tak hanya tempat sampahnya saja yang dapat terbuka sendiri dan mendeteksi apakah sampah tersebut organik atau anorganik, juga mengeluarkan suara sebagai indikator tempat dan kondisi tempat sampah, menyambut wisatawan dengan bunyi yang dikeluarkan tempat sampah ini seperti “Terima kasih, selamat datang di Candi Prambanan”, serta menghidupkan Wi-Fi secara otomatis ketika ada sampah yang masuk. Dengan adanya tempat sampah pintar ini dapat menambah daya tarik wisata sehingga tidak menutup kemungkinan akan menaikkan jumlah kunjungan wisatawan karena masyarakat penasaran akan benda ini dan dengan adanya tempat sampah pintar ini kebutuhan wisatawan seperti akses internet dan stop kontak terpenuhi sehingga bila mereka berada di tempat yang jauh dari penjual pulsa dan kuota terlebih saat gawai juga mati maka mereka tak perlu panik. Cukup dengan membuang sampah saja maka masalah mereka akan teratasi.
Selain itu di lain sisi manfaat dari Yacaranda Smart Trash ini adalah mempermudah Dinas Kebersihan untuk memantau kapan mereka harus mengambil sampah apabila sudah penuh karena tempat sampah kami memiliki kelebihan memberikan informasi kepada Dinas Kebersihan ketika tempat sampah sudah penuh.


















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.      Sampah
    Sampah adalah sesuatu yang jadi permasalah dalam proyek kali ini dan definisi dari sampah adalah  sejenis benda atau lainnya yang penggunaannya sendiri dianggap tidak ada bahkan tidak disenangi dikarenakan sampah tersebut menimbulkan ketidaknyamanan, dari faktor bau misalnya. Sampah ini umumnya berasal dari aktivitas manusia yang terjadi secara sengaja. Jumlah sampah masih bisa dikendalikan dengan prinsip 3R (re-cycle, re-duce, dan re-use).  Pembagian sampah berdasarkan zat kimia yang terkandung ada dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Beberapa contoh dari sampah organik yaitu sisa makanan, kertas, daun, kayu, dan lain-lain. Sedangkan contoh dari sampah anorganik yaitu logam-logam, plastik, kaca, dan lain-lain.
2.      Arduino Mega
Description: C:\Users\DANANG\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\A000067_featured_2.jpg
Gambar 1. Arduino Mega

            Arduino Mega merupakan mikrokontroler yang akan kami pakai sebagai otak alat kami. Mikrokontroler ini berbasis Arduino yang memakai chip ATmega2560 sebagai komponen induk pada board pengembangan ini. Arduino ini mempunyai jumlah pim I/O sebanyak 54 buah digital I/O dengan 15 pinnya merupakan PWM, 16 pin analog input, dan 4 pin UART (serial port hardware). Arduino Mega 250 difasilitasi dengan oscillator 16 Mhz, USB port, power jack arus DC, ICSP header, dan tombol reset.






3.      Pemrograman Arduino
Gambar 2. Pemrograman Arduino

        Mikrokontroler yang sering digunanakan di bidang otomasi adalah Arduino. Agar Arduino berjalan sesuai dengan kenginan maka Arduino ini harus diprogram terlebih dahulu. Pada pemrograman arduino menggunakan Bahasa pemrograman yaitu dengan bahasa C. Bahasa C sendiri merupakan bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk memrogram barmacam alat, termasuk board Arduino Mega.
4.      LCD

Description: C:\Users\DANANG\Documents\LCD 16x2 Characters.jpg
Gambar 3. LCD
LCD (liquid crystal display) adalah alat yang memiliki peran dalam sistem pengendalian, pengukuran, dan pendeteksian yang selalu diterapkan dalam peran menampilkan grafis pada sebuah computer  yang bahan media  tampilannya adalah kristal cair. Penggunaan dari LCD pada proyek kami adalah sebagai indikator level terisinya sampah yang masuk ke dalam tong sampah yang kami rancang.

5.      Panel Surya
Description: C:\Users\DANANG\Documents\Sharp-ND-T130T1J.jpg
Gambar 4. Panel Surya
     Panel surya merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk mengubah energi gelombang cahaya matahari menjadi energi listrik. Pada pengembangan proyek kali ini kami menggunakan sumber listrik dari alat ini agar dapat memanfaatkan dengan baik energi dari alam.
6.      Motor Servo
Description: C:\Users\DANANG\Documents\images.jpg
Gambar 5. Motor Servo

Motor servo adalah jenis dari motor DC yang memiliki rangkaian yang dapat dikendalikan dengan  sistem kontrol dengan prinsip kerja dari motor servo ini berputar dengan sumbu axis dan memiliki presisi yang cukup berputar dengan besar sudut yang sesuai dalam perputarannya, sehingga kami memiliki kesempatan memilih komponen ini dalam perancangan proyek ini untuk dikendalikan dengan program Arduino. Komponen ini kami gunakan sebagai penggerak dari tutup sampah agar dapat membuka ataupun menutup pada tutup tong sampah organik dan tong sampah anorganik.







7.      Sensor Proximitry Kapasitif 
Description: C:\Users\DANANG\Documents\100_0049.gif
Gambar 6. Sensor Proximitry Kapasitif
          Sensor ini adalah sensor yang sering digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya suatu benda, cara kerja dari sensor ini yaitu memancarkan medan elektomagnetik serta mendeteksi perubahan bentuk medan elektromagnetik saat benda terdeteksi, benda yang kami maksud pada projek ini adalah sampah.
8.      LED Inframerah
LED Inframerah ini kami gunakan untuk memancarkan medan elektromagnetik sehingga kami memasang komponen ini dalam pendeteksian sampah di dalam tong sampah yang kami rancang.
Description: Hasil gambar untuk led inframerah
Gambar 7. LED Infrared










BAB III
METODE PELAKSANAAN 
    Metode pembuatan pirantri Yacaranda Smart Trash ini akan menggunakan beberapa tahap, menggunakan siklus Plan-Check-Do saat kami merencanakan pembuatan Yacaranda Smart Trash.
Text Box: Ide Yacaranda Smart Trash
Gambar 8. Diagram Kerja Yacaranda Smart Trash
3.1. Studi Literatur
Sebagai langkah awal dalam pembuatan piranti ini, maka akan dilakukan studi literatur. Studi ini dilakukan untuk mencari data-data, artikel, jurnal, buku dan referensi lain yang berhubungan dengan konsep rangkaian listrik, sensor proximity, motor servo, solar cell, arduino, konsep algoritma sistem kontrol, perbedaan dialektrik suatu bahan. Kemudian akan dilakukan konsultasi dengan pakar bidang elektronika untuk memperoleh data tambahan.
3.2. Perancangan dan Pembuatan
1.      Perancangan dan pembuatan rangka Yacaranda Smart Trash serta menentukan area kerjanya
Pada tahap ini akan dilakukan perancangan rangka dasar dari Yacaranda Smart Trash guna peletakan komponen elektronika maupun aktuator penggerak seperti motor dc, arduino, proximity sensor, Wi-Fi router, LCD. Rangka dasar Yacaranda Smart Trash haruslah kuat, seimbang, untuk menopang seluruh elektronika dan aktuator. Untuk membuat Yacaranda Smart Trash menggunakan bahan non-logam dan logam yang kuat, ringan, tahan korosi, atau kombinasi keduanya.
    Yacaranda Trash akan di ujicobakan pada  area-area pariwisata unggulan sekitar Yogyakarta seperti Malioboro, Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Tebing Breksi guna mengatasi permasalahan sampah yang terkadang masih berserakan serta memfasilitasi para wisatawan yang membutuhkan stop kontak dan Wi-Fi gratis. Serta diharapkan meningkatkan minat wisatawan untuk membuang sampah dengan baik dan benar di Yacaranda Smart Trash
2.        Perancangan Sistem
a.      Pencarian dan pembelian komponen elektronik, mekanik, hardware dan tools
Pada tahap ini dilakukan pencarian dan pembelian beberapa bahan yang digunakan dalam perancangan sitem Yacaranda Smart Trash untuk bagian mekanik seperti solar panel, one full charge, polycarbonate shield, stainless steel, graphics wraps dan lain lain. Kemudian kompnen elektronik seperti sensor proximity kapasitif (Autonics CR30-15DN), sensor proximity induktif (Autonics PSN40-20DN),  LED infra merah, photodioda, motor dc servo, arduino atmega 16, dan lain lain.
     Rangkaian charger, arduino atmega, baterai, motor dc, single board, dan kabel yang terhubung ke LCD, motor servo, router Wi-Fi, sensor-sensor, di pasanng dalam satu boks yang tertutup. Tujuannya agar sensor dan komponen elektronik dapat bekerja dengan baik tanpa adanya gangguan dari kotoran sampah.
b.      Sistem Kerja
     Sistem yang dirancang untuk penelitian ini merupakan sistem kontrol berbasis pada pengolahan nilai dialektrik suatu bahan sebagai indikasi dia sampah organik atau anorganik.
Gambar 9. Sistem Kerja Yacaranda Smart Trash

Sensor input menggunakan sensor proximity kapasitif. Sensor proximity kapasitif bekerja untuk mendeteksi ada atau tidaknya obyek dengan melihat perubahan nilai kapasitansi ketika didekatkan dengan benda tertentu. Sensor ini akan membangkitkan medan elektrik dan nantinya akan mendeteksi nilai kapasitansi ketika medan elektrik ini memotong suatu objek, dalam kasus ini perubahan nilai kapasitansi di tentukan oleh konstanta dialektrik benda atau sampah tersebut.
      Ketika sampah di dekatkan ke sensor input, maka sensor akan mendeteksi konstanta dialektrik bahan, jika nilai konstanta dialektrik dibawah 3.0 atau sama dengan 3.0, maka motor servo akan menggerakkan penutup mulut sampah organik, ketika sampah masuk kedalam, maka sensor input dalam akan menerima masukan lalu menggerakkan motor servo untuk menutup mulut sampah dan akan mengeluarkan suara “Terima kasih, selamat datang di (nama destinasi wisata)” selama 10 detik, jadi ketika ada orang yang sengaja memasukkan sampah berkali-kali, Yacaranda Smart Trash hanya akan tetap mengeluarkan suara lagi setelah 5 detik.

      Jika sampah-sampah sudah menumpuk sampai batas yang dimana disana ada sensor 1, sensor ini dipasang berjajar dengan LED infrared guna memaksimalkan keakuratan dalam mendeteksi adanya benda, jika sensor ini merima masukan, maka sensor 1 akan mengirim sinyal ke router Wi-Fi untuk  menyala selama 60 menit.
       Jika sampah terus menumpuk sampai menyentuh sensor 2, maka sensor akan mengirimkan sinyal ke router WiFi untuk menyala selama 120 menit, sampah akan terus menumpuk sampai menyentuh sensor 3, ketika sensor 3 ini menerima sinyal masukan, maka sensor akan mengirim sinyal ke router untuk menyala selama 180 menit dan akan mengirimkan sinyal ke LCD untuk menunjukan bahwa sampah penuh dan akan mengirim melalui sistem internet ke Dinas Kebersihan bahwa sampah sudah penuh  dan siap diambil.
       Ketika sampah ini penuh, maka sensor input akan mati, sehingga motor servo akan terputus, sehingga penutup mulut sampah tidak akan bisa terbuka.
      Semua sistem akan di kontrol dengan pemrogaman dan board arduino Atmega 16.
c.       Implementasi dan pengujian sistem kerja
           Pada tahap ini dilakukan implementasi dari Yacaranda Trash. Akan diujicobakan pada tempat terbuka yang terkena langsung sinar cahaya, guna memaksimalkan penerimaan energi dari sinar matahari yang nantinya akan di konversi menjadi energi listrik sebagai sumber tenaga penggerak dan kontrol pada Yacaranda Smart Trash untuk melihat sejauh mana kemampuan dari Yacaranda Smart Trash dapat bekerja dengan baik. Pada tahap ini hasil pengujian akan dilakukan analisis, baik mekanik, elektronik maupun program yang digunakan pada sistem ini.
Gambar 10. Tampak Depan Desain Yacaranda Smart Trash

Gambar 11. Detail Desain Yacaranda Smart Trash
d.      Evaluasi sistem
        Setelah tahap pengujian, dilakukan evaluasi dari keseluruhan sistem dan mekanik alat, dari tahap evaluasi ini diharapkan segala kekurangan dapat diperbaiki, serta bagian yang perlu dikembangkan dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga mendapatkan hasil optimal.




















BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
Tanggal
Jam
Kegiatan
19 November 2017
14.30-17.00 WIB
Memesan panel surya, adaptor, kontroller, serta komponen lain melalui online store serta membuat program yang akan dimasukkan ke mikro kontroler sesuai dengan input dan output yang telah di desain
20-24 November 2017
14.30-18.00 WIB
Mencari bahan non elektrik seperti tempat sampah, dan yang bersifat logam seperti plat yang digunakan untuk memisahkan organik dan anorganik
21-22 November 2017
14.30-17.00 WIB
Barang dari online shop datang
23-26 November 2017
14.30-18.00 WIB
Perakitan
27-30 November 2017
14.30 WIB-18.00 WIB
Mengurus Perizinan
30 November 2017
14.30-18.00 WIB
Barang sudah selesai dan siap ditempatkan di titik-titik stategis kota seperti bandara, obyek wisata, dll.

Nama Group/ Personal
: The Yacaranda Squad







Nama Project
Yacaranda Smart Trash







Deskripsi Project
Membuat Tempat Sampah Pintar Yang Akan Tempatkan di Destinasi Wisata Unggulan


Lokasi Project
Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Malioboro




2





















No.
Item Name
Cost
Qty
Durasi
Event
Total Cost

Man Power

1
Engineering Team/hari
Rp50.000,00
3
Orang
9
Hari
3 kali
Proses Perakitan
Rp1.800.000,00

2
Tim Perizinan/hari
Rp30.000,00
2
Orang
4
Hari
3 Destinasi
Proses Perizinan
Rp240.000,00

3
Tim Dokumentasi dan Administrasi
Rp40.000,00
1
Orang
12
Hari
12 kali
Proses pendokumentasian dan administrasi
Rp480.000,00

4
Konsultasi Pakar dan Ahli
Rp100.000,00
1
Orang
2
Hari
2 kali
Proses konsultasi di tengah dan di akhir perakitan
Rp200.000,00

Operational

1
Konsumsi/hari
Rp15.000,00
4
Orang
12
Hari
1 kali
Proses eksekusi dari awal sampai akhir
Rp720.000,00

2
Bensin
Rp10.000,00
6
Orang
12
Hari
1 kali
Proses eksekusi dari awal sampai akhir
Rp720.000,00

3
Biaya Pulsa
Rp10.000,00
6
Orang
12
Hari
1 kali
Proses eksekusi dari awal sampai akhir
Rp720.000,00

4
Kas dan Biaya Darurat
Rp12.500,00
1
Simpanan
12
Hari
1 kali
Proses Penyimpanan
Rp150.000,00

Production

1
IC LM555
30000
1
Set
1
Waktu
1
Event
30000

2
Komponen  (resistor, transistor, kapasitor)
300000
1
Paket
1
Waktu
1
Event
300000

3
Arduino Mega
570000
1
Set
1
Waktu
1
Event
570000

4
Kabel Konektor USB
30000
1
Set
1
Waktu
1
Event
30000

5
Panel Surya
1000000
2
Set
1
Waktu
1
Event
2000000

6
Motor Servo
60000
2
Set
1
Waktu
1
Event
120000

7
Speaker
250000
1
Set
1
Waktu
1
Event
250000

8
SD Card
80000
1
Set
1
Waktu
1
Event
80000

9
SD Card Module
50000
1
Set
1
Waktu
1
event
50000

10
Pcb fiber
75000
1
Set
1
Waktu
1
Event
75000

11
LED
2000
10
Set
1
Waktu
1
Event
20000

12
LCD
200000
1
Set
1
Waktu
1
Event
200000

13
Solder
50000
3
set
1
Waktu
1
Event
150000

14
Atraktor
54000
1
set
1
Waktu
1
Event
54000

15
Multimeter Digital
350000
1
set
1
Waktu
1
Event
350000

16
Tang potong
50000
1
set
1
Waktu
1
Event
50000

17
Bor tangan
300000
1
set
1
Waktu
1
Event
300000

18
Obeng
50000
3
set
1
Waktu
1
Event
150000

19
Tenol
90000
1
set
1
Waktu
1
Event
90000

20
plat
423900
4
set
1
Waktu
1
Event
1695600

21
stainless steel "T"
1250000
3
set
1
Wakktu
1
Event
3750000

22
polycarbonate
1350000
2
set
1
Waktu
1
Event
2700000

23
WiFi Router
129500
1
set
1
Waktu
1
Event
129500


GRAND TOTAL







Rp17.274.100,00



3.3. Jadwal Kegiatan
Operational Team :
              Teknis     : Danang Wahyu
              Engineer : Naufal Gugus
              Desainer : Angger Binuko
Non Teknis Team :
              Dokumentasi, Sekretaris, Notulensi, dan yang bersifat non teknis : Pricilla Tamara Prawitasari
             
 
Tabel 2. Rencana Waktu Pengerjaan
       Pada bulan pertama minggu pertama sampai minggu kedua yaitu tanggal 19 November- 2 Desember 2017 tim menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Perakitan dilakukan pada minggu kedua sampai minggu ketiga yaitu tanggal. Tantangan yang ada kegiatan ini yaitu pemilihan komponen harus dengan komponen kendisi yang wajar. Dari pencarian barang atau tempat yang menjual komonen atau bahan yang akan dipakai harus bersabar dalam setiap perjalanan dengan jalanan sekarang itu banyak yang mengalami kemacetan, tetapi tidak semua bahan kami beli dengan offline sehingga kami akan membeli bahan secara online. Tidak hanya itu, mengatur waktu persiapan alat dan bahan dengan jadwal perkulihan juga menjadi tantangan, maka dari itu kami akan membagi tugas untuk mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
             Proses perakitan dilakukan pada minggu kedua dan minggu ketiga yaitu tanggal 26 Novembere-16 Desember 2017. Setelah beberapa alat dan bahan siap, kami mulai merakit pada minggu kedua ini. Adapun tantangan dalam kegiatan ini yaitu tentang masalah teknis, misalnya lancer tidaknya motor servo menggerakan tutup dari tong sampah, merakit jaringan sumber listrik dari panel surya.
       Pemrograman bisa dilakukan pada bulan pertama satu bulan penuh, yaitu tanggal 19 November-16 Desember 2017. Setelah project ini sudah dirakit dan diproram, maka akan dilakuka uji coba sistem dengan mengecek kinerja dari project ini dari start sampai finish dengan jadwal bulan kedua minggu pertama atau tanggal 17-23 Desember 2017. Kemudian kami evaluasi setiap hal dari segi kelancaran sistem dengan jadwal bulan kedua minggu kedua yaitu tanggal 24-30 Desember 2017. Jika ada system yang bermasalah maka dapat kami lakukan perbaikan pada bulan kedua minggu ketiga yaitu tanggal 31 Desember 2017 – 6 Januari 2018. Kemudian kegiatan ketujuh yaitu mengevaluasi semua kegiatan yang berhubungan dengan perakitan alat ini yaitu sekitar tanggal 7-13 Desember 2018.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA

- Smart Waste Collection System Based on Location Intelligence by Jose M.Gutierreza, Michael Jensen b Morten, Heniusa Tahir Riaz.
- Future challenges for smart cities: Cyber-security and digital forensics by Zubair A Baig
- http://www.explainthatstuff.com/solarcells.html
- http://sampahmasyarakat.com/2016/03/21/statistik-sampah/
- Pemilah Sampah Otomatis berbasis mikrokontroller , oleh : Suriandi Yajakrista
- ANALISIS DAN IMPLEMENTASI SISTEM SENSOR PADA TEMPAT SAMPAH
  OTOMATIS DENGAN METODE FU