Senin, 05 Desember 2016

Pantai Pandawa

Hai teman-teman semua apa kabar? Semoga kabar kalian baik-baik saja dan selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Keadaanku hari ini juga baik,tapi sedikit banyak perkara sih. Mulai dari bangun kesiangan sehingga terlambat saat UAS Hospitalitas, lupa jawaban saat UAS Pengantar Ilmu Pariwisata, kancing baju seragam yang lepas 3 biji karena aku naik motor dan yang tak kalah mengerikan ketika aku memikirkan, "Bisa tidak ya ke Djakarta Warehouse Project tahun ini?". Hmm ok kita skip aja ya daripada tambah pusing. Hehehe.

Kali ini aku ingin berbagi pengalamanku saat mengunjungi Pantai Pandawa di Bali pada tanggal 26 November 2016 kemarin. Kunjunganku ke sini berkaitan dengan mamaku yang beruntung memenangkan hadiah liburan gratis ke Bali dari Klinik Estetika, jadi kami berjalan-jalan di Bali bersama keluarga yang juga memenangkan liburan ini. Sungguh mengasyikkan bukan?

Nah, hari Sabtu aku, mama beserta rombongan menuju ke Pantai Pandawa sekitar jam 14.00 WITA dari Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Perjalanan ditempuh selama lebih kurang 40 menit dikarenakan kondisi jalan yang sempit dan padat, sehingga waktu perjalanan yang bisa ditempuh selama 16 menit saja menjadi lebih lama karena Sabtu merupakan waktunya orang untuk berekreasi. Oh ya, aku ingin memberi info sedikit nih soal Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, tahu gak kalian bahwa GWK itu tingginya melebihi Patung Christ Redeemer di Brasil serta Patung Liberty di New York lhoh. Wah Indonesia keren yaaaa. Ini nih beberapa fotoku di GWK, hehehe.
 Kalau kalian mau naik ke atas Patung Wisnu harus pakai selendang lho
Bagus kan pemandangannya


Tadaaaa, kita telah sampai di Pantai Pandawa yang terletak di Kutuh, hehehe. Di sini saat kalian masuk area Pantai Pandawa kalian bisa lihat pemandangan Pantai Pandawa dari atas, tak lama kalian akan disambut juga oleh enam patung yaitu Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Tak hanya itu kalian akan disambut dengan tulisan, "Pantai Pandawa", yang terletak di dinding bukit kapur. Nah lokasi ini cocok sekali untuk foto-foto sebelum kalian turun ke bawah.
 Nah, keliatan ga tulisan Pantai Pandawa yang warna putih? Hehe

Hulalaaa, tepat jam 14.40 WITA kami telah sampai di pantai ini. Mama beserta teman barunya bergegas mencari tempat berteduh, yaitu kursi panjang yang ada payung besarnya. Hehehe. Untuk menyewa payung beserta kursi ini dibanderol dengan harga Rp100.000,00 per unitnya. Saya bergegas duduk dan melepas sepatu lalu berlari ke pantai, namun sayang hanya sebatas paha saja karena saya takut basah karena saya tidak membawa baju ganti. Hmm sangat disayangkan ya )':

Ngomong-ngomong di sini airnya biru sekali dan sangat bersih tapi sayang saya tidak bisa berenang karena lagi-lagi lupa membawa baju. Huhuhuuuu. Oh yaaa, walaupun di Bali orang sering menggunakan bikini, tidak halnya di Pantai Pandawa karena lokasinya yang sudah sering dikunjungi wisatawan dalam negeri. Jika kita bicara 2-3 tahun lalu masih memungkinkan memakai bikini di sini, karena tempatnya yang masih sepi. So, jangan salah kostum ya guys. Hehehe.
Bener kan airnya biru, hehe.

Main air saja lama-lama menjadi bosan nih, untungnya El dan mamanya mengajak saya untuk berkeliling di tengah laut menggunakan perahu kano. Wah asik kan, gratis lagi. Hehe. Bagi kalian yang juga ingin naik kano cukup membayar Rp75.000,00 saja perorangnya. Harga ini lebih murah dibanding di Pantai Mengiat Bali yang mematok harga Rp250.000,00 untuk dua orang.

Saat kami menikmati goyangan ombak di tengah laut saya menengadah ke atas dan melihat orang-orang asik bermain paragliding. Paragliding adalah olah raga udara yang dapat dinikmati 1-2 orang, kelihatannya hanya duduk sih. Saya tak tahu persis bagaimana karena belum pernah mencobanya, namun saya dapat info dari bapak yang mendampingi kami bermain kano bila ingin naik wahana tersebut harganya Rp1.500.000,00 bagi turis asing dan mungkin Rp1.000.000,00 bagi wisatawan dalam negeri. Harga yang cukup fantastis ya.


Row, row, row your boat... Nyanyi dulu yuk

Tak terasa waktu telah berjalan lebih kurang 15 menit, kemudian El minta menepi saja padahal kami masih punya waktu 15 menit lagi. Tetapi apalah daya celana sudah basah akhirnya kami juga memutuskan untuk menepi. Setelah menepi dengan segera saya menghadap ke arah angin datang dengan tujuan mengeringkan celana karena mama saya tidak mau membelikan baju.

 After Canoing

Sembari menunggu celana saya kering saya ke kamar mandi dan mencuci kaki karena penuh pasir dan saya tidak ingin bis dan sepatu saya kotor. Tak lama setelah itu saya masuk ke bis disertai celana yang agak lembab.

Tujuan saya selanjutnya adalah bersantap malam di Pantai Jimbaran yang akan saya ulas sebentar lagi. Jadi, tunggu postingan saya selanjutnya yaaa. Last but not least, buat kalian yang belum pernah ke Pantai Pandawa cepetan ke sini deh selagi alamnya masih alami dan sarana prasarana mulai dari restoran, tukang pijat, jasa sewa payung, kano, jetski, dan kamar mandinya lengkap dan terawat banget. Selain itu juga bersih lhoo, tunggu apalagi masukkan Pantai Pandawa dalam wishlist destinasi kalian ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar