Perencanaan objek dan daya tarik wisata harus memenuhi
beberapa syarat penting antara lain :
1. Potensi baik alam, maupun budaya harus memiliki
daya tarik baik yang bersumber dari sisi keunikan maupun dari sisi perbedaan
dalam mendisain produk itu sendiri.
2. Keanekaragaman potensi alam maupun budaya harus memberikan
dukungan terhadap kemungkinan pertumbuhan di masa yang akan datang baik dari
sarana maupun prasarana yang dapat mendorong peran serta masyarakat untuk berkembang
dalam berbagai bentuk kreativitas maupun aktivitas, dalam menciptakan motivasi
dalam kehidupan mereka.
3. Dalam mengembangkan potensi yang akan dijadikan
objek dan daya tarik wisata harus memperhatikan faktor daya dukung lingkungan,
kemampuan masyarakat setempat dalam menerima perubahan yang diakibatkan oleh
datangnya wisatawan ke tempat mereka berada, dan kemampuan menerima perubahan fisik
lingkungan yang diakibatkan adanya pembangunan objek dan daya tarik wisata di
daerah mereka.
4. Perencanaan dan pengembangan potensi yang dijadikan
ODTW atau kawasan wisata harus dapat menumbuh kembangkan kehidupan masyarakat
baik dari sosial maupun ekonomi masyarakat, sehingga mereka dapat mengambil
manfaat dari pembangunan objek dan daya tarik wisata maupun kawasan wisata di
daerah mereka.
Konsep Pengembangan Kawasan Wisata SPA :
Konsep pengembangan kawasan wisata SPA adalah suatu
upaya pemanfaatan sumber daya alam mineral air panas atau SPA. Pemanfaatan
sumber daya dimaksud didasarkan kepada pemanfaatan optimal sumber daya dengan
tetap memelihara. Potensi di maksud sebagai bagian penting untuk
pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan serta menghindari dari kerusakan
yang diakibatkan oleh ulah manusia maupun pengaruh yang diakibatkan penataan
lingkungan yang tidak seimbang antara kebutuhan ruang dan daya dukung
lingkungan.
Adapun perencanaan pengembangan potensi sumber panas (
SPA) sebagai berikut :
1. Menentukan
tema yang tepat yang berkaitan erat dengan potensi yang dimiliki. Dalam
menentukan tema konsep yang perlu dikembangkan meliputi konsep lingkungan
tradisi atau konsep temporary. Baik
konsep tradisional maupun konsep temporary
mengacu pada nilai-nilai keunikan dan keaslian dan tradisi baik dari segi
bangunan, lingkungan dan penyediaan fasilitas. Tema sangat erat kaitannya
dengan kesan dan sekitarnya, serta kemampuan untuk mengembangkan citra
pengunjung terhadap lokasi. Salah satu tematik yang perlu diperimbangkan adalah
bahwa sumber panas bumi atau air panas memiliki daya guna yang kompleks
disamping untuk kesehatan, dapat pula memberikan rekreasi kebugaran serta
nuansa keindahan dan kenyamanan.
2.
Fasilitas yang dibutuhkan untuk satu kawasan wisata
SPA harus diperoleh melalui pendekatan analisis kebutuhan bagi pengunjung.
Setiap fasilitas didisain disesuai dengan karakter alam, bangunan tradisional
yang mencerminkan kedaerahan akan lebih memungkinkan untuk diminati wisatawan.
Mengingat pada umumnya wisatawan yang berkunjung ke sumber air panas adalah
untuk mandi dan berendam di air panas, maka fasilitas kamar mandi, kolam
renang, sungai buatan yang dialiri air panas adalah merupakan fasilitas dasar
yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung. Sedangkan fasilitas lainnya adalah berupa
bangunan-bangunan cottage untuk memenuhi kebutuhan kamar yang dilengkapi
fasilitas air panas. Bangunan-bangunan cottage dibangun di luar zona inti yaitu
sumber air panas, sehingga zona inti memiliki lahan terbuka dan cukup memadai untuk
mengembangkan aktivitas pengunjung.